Pater Sontoboedoyo lahir pada 13 Juni 1907 dan memulai perjalanan spiritualnya dengan masuk Novisiat Serikat Jesus pada 7 September 1931. Ia menjalani masa novisiat selama dua tahun di Girisonta hingga 1933, kemudian melanjutkan tahap juniorat selama satu tahun di tempat yang sama.
Setelah menyelesaikan tahap awal pembentukannya, ia melanjutkan studi filsafat di Kolese Ignatius, Yogyakarta, selama tiga tahun. Setelah itu, ia menjalani Tahun Orientasi Kerasulan selama dua tahun, tetap di Kolese Ignatius, memperdalam pemahamannya tentang pelayanan pastoral dan misi.
Setelah menyelesaikan masa orientasi kerasulannya, ia melanjutkan studi teologi di Maastricht, Belanda. Pada 13 Mei 1942, ia menerima tahbisan sebagai imam, menandai komitmen penuhnya dalam menjalani panggilan hidupnya. Seusai menyelesaikan studi teologinya, ia memasuki tahap akhir formasi dalam Serikat Jesus dengan menjalani masa tersiat di Grave, Mariendaal, Belanda. Di sana, ia mengucapkan kaul terakhirnya pada 2 Februari 1945.
Namun, kondisi Indonesia pada saat itu sedang dalam situasi yang sulit, dengan banyak imam yang diinternir. Karena keadaan yang tidak memungkinkan, Pater Sontoboedoyo tidak kembali ke Indonesia seusai kaul akhirnya maupun masa tersiatnya.
Riwayat Penugasan setelah kaul akhir
| Pastor Paroki Kotabaru / Kolese Ignatius | Yogyakarta | 1946-1950 |
| Pastor Paroki Ganjuran | Yogyakarta | 1950-1960 |
| Pastor Paroki Mertoyudan | Magelang | 1960-1962 |
| Pastor Paroki Bintaran | Yogyakarta | 1962-1964 |
| Pastor Paroki Girisonta | Girisonta | 1964-1966 |
| Pastor Paroki Purbayan | Surakarta | 1966-1977 |
Pater Sontoboedoyo karena alasan kesehatan di bebas tugaskan dari penugasan sebagai Pastor Paroki dan beristirahat sejak 1 Juli 1977. Ia tetap bertempat tinggal di Pastoran Paroki Purbayan hingga 1979. Kemudian ia dipindahkan ke Girisonta hingga ia wafat pada 17 Juni 1980. Ia dimakamkan di Ganjuran.