Museum opens only by Appointment.

62 024 831 5004

Pater Bruno Herman Tjahja adalah anggota Komunitas Apostolik Kolese Santo Stanislaus Kostka, Girisonta. Pater Herman Tjahja adalah seorang Jesuit yang telah banyak berkiprah dalam karya pastoral paroki dan pemberdayaan masyarakat. Ia juga dikenal sebagai seorang yang peduli lingkungan.

Lahir di Semarang, 21 Mei 1961, Pater Herman Tjahja adalah putera dari pasangan suami-istri (Alm.) Bapak Paulus Hadiwardaya (Hoo Sing Hok) dan Ibu M.M. Oni Linarni (Ong Liang Nio). Ia dibaptis pada 06 Oktober 1961 di Gereja Santo Yosup, Gedangan, Semarang. Pendidikan dasar dan menengah ia tempuh di Semarang (1966-1976). Setamat SMP, Pater Herman Tjahja melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan (1977-1981).

Selesai filsafat, Frater Herman Tjahja menjalani Tahap Orientasi Kerasulan (TOK) sebagai Sub-pamong di Seminari Menengah Mertoyudan (1986-1989). Setelah selesai menjalani formasi TOK dan dirasa siap untuk formasi teologi, Frater Herman Tjahja diutus ke Fakultas Teologi Wedabhakti – Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta untuk belajar teologi (1989-1994).

Frater Herman Tjahja menerima tahbisan diakon di Kapel Sekolah Tinggi Kateketik, Yogyakarta pada 16 Juni 1994 dari tangan Bapak Uskup A. Djajasiswaja. Lebih kurang satu bulan kemudian, 29 Juli 1994, ia menerima tahbisan imam dari tangan Bapak Uskup Julius Kardinal Darmaatmadja, di Gereja Santo Antonius Kotabaru, Yogyakarta.

Setelah menerima tahbisan imamat, Pater Herman Tjahja ditugasi menjadi Minister dan Ekonom di Seminari Menengah Santa Maria Fatima – SMA Santo Yosef, Dili (1994-1996). Karena lisensiat teologi belum selesai, Pater Herman Tjahja diminta untuk menyelesaikannya (1996-1998) dan setelah selesai, ia diutus menjadi Pastor Paroki Girisonta (1998-2000). Setelah itu, ia ditugasi menjadi Vikaris Parokial Paroki Ambarawa (2000-2006). Dalam masa tugasnya di Paroki Ambarawa, Pater Herman Tjahja menjalani formasi tersiat di Kolese Stanislaus, Girisonta (15 Januari – 15 Juli 2003) di bawah bimbingan Pater J. Darminta, S.J. Sembilan belas tahun setelah tersiat, tepatnya pada 25 Juli 2022, di hadapan Provinsial Pater Benedictus Hari Juliawan, S.J., Pater Herman Tjahja mengucapkan kaul akhir sebagai Spiritual Coadjutor di Kapel Rumah Retret Panti Semedi, Klaten.

Pater Herman Tjahja dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan menghidupi kaul religiusnya dengan baik. Ia juga dikenal rendah hati, murah hati dalam melayani umat dan para sahabat, pekerja keras, dan mudah menyapa orang lain.

RIWAYAT TUGAS PATER BRUNO HERMAN TJAHJA, S.J
SETELAH TAHBISAN TERSIAT

KARYA LOKASI TAHUN
Pastor Rekan Gereja St. Petrus dan Paulus, Mangga Besar Jakarta 2006-2011
Pastor Rekan Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Tangerang Tangerang 2011-2012
Anggota Staf Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Salatiga 2012-wafatnya

Pater Herman meninggal dunia pada Jumat, 2 Mei 2025 di Rumah Sakit Elisabeth, Semarang dan dimakamkan di Taman Makam Maria Ratu Damai, Girisonta, Bergas, Ungaran.